27 April 2013

SUSNO DIBURU

Susno Diburu
  • SBY Perintahkan Eksekusi
 0
 
 0
JAKARTA - Jaksa eksekutor memburu terpidana kasus korupsi Komjen (Purn) Susno Duadji, setelah bekas kepala Badan Reserse Kriminal Polri itu menghilang.
 Keberadaan Susno tidak diketahui setelah dia meninggalkan Mapolda Jawa Barat usai jaksa gagal mengeksekusinya, Kamis (25/4) dini hari.
“Ini masih dalam pencarian. Diperkirakan ada di sekitar Bandung atau Jakarta,” ujar Wakil Jaksa Agung Darmono di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (26/4).
Ia menegaskan, pihaknya dibantu Polri untuk mengeksekusi dan menjebloskan Susno ke penjara sesuai perintah pengadilan. “Kapolri kan sudah bilang akan membantu eksekusi. Kami berharap komitmen kepo­lisian membantu kami bisa terlaksana.”
Menurut Darmono, Susno tidak bisa meminta perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Se­bab, putusan terhadap terpidana 3,5 tahun penjara dalam kasus gratifikasi terkait peng­urusan perkara di PT Salmah Arowana Les­tari dan korupsi dana Pilkada Jawa Barat itu sudah berkekuatan hukum tetap.
Di sisi lain, pihaknya telah mengevaluasi kegagalan eksekusi Susno di Bandung un­tuk menentukan skenario selanjutnya.
Jaksa Agung Basrief Arief mengatakan, meskipun jaksa eksekutor tengah mencari Susno, pihaknya belum menetapkan bekas kapolda Jawa Barat itu sebagai buron. Keberadaan Susno masih terpantau, namun Basrief tidak menyebutkan posisinya.
Menurut Jaksa Agung, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Timur Pradopo agar jajaran kedua lembaga penegak hukum itu saling berkoordinasi sesuai mekanisme pelaksanaan eksekusi. Kendati demikian, Basrief tidak menyebutkan detail skenario eksekusi nanti.
“Jampidsus (Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus) dan Jamintel (Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen) sudah berkoordinasi dengan Bareskrim (Badan Reserse Kriminal Polri),” ujarnya.
Ia menambahkan, siap menjalankan instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar hukum ditegakkan seadil-adilnya. Instruksi itu disampaikan SBY setelah mendarat di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, kemarin, usai kunjungan dari luar negeri.
“Isu penegakan hukum yang berkaitan dengan Saudara Susno Duadji, dari apa yang dilaporkan Kapolri dan Jaksa Agung, saya instruksikan singkat, tegakkan hukum seadil-adilnya,” tegas SBY.
Dilindungi LPSK
Setelah meninggalkan Mapolda Jabar usai kebuntuan drama eksekusi yang berlangsung selama 15 jam, keberadaan Susno memang menjadi tanda tanya.
Susno dikabarkan menuju kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Jakarta. Namun, ternyata dia tak berada di sana.
Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai mengaku tidak mengetahui keberadaan Susno. Namun, pihaknya telah memperpanjang waktu perlindungan terhadap yang bersangkutan karena Susno berencana mengajukan peninjauan kembali atas kasusnya.
Semendawai memastikan mendukung kejaksaan untuk melaksanakan eksekusi terhadap Susno atas putusan Mahkamah Agung.
LPSK, tegasnya, tidak akan menghalang-halangi jaksa atau menyembunyikan Susno dari eksekusi. Sikap tersebut diambil karena putusan MA itu berkekuatan hukum tetap. Selain itu, berdasarkan KUHAP, jaksa adalah pelaksana putusan peradilan pidana.
”LPSK melindungi saksi atau whistle blower dalam rangka membantu penegakan hukum, bukan untuk menghindarkan yang bersangkutan dari penegakan hukum,” ungkap Semendawai.
Menurut pengacara Susno, Fredrich Yunadi, ­kliennya berada di bawah perlindungan LPSK di Jakarta.  “Pak Susno di Jakarta, di LPSK, tapi saya nggak tahu di mana,” katanya. Dia mengaku tidak lagi berkomunikasi sejak Susno meminta perlindungan ke LPSK.
Anggota LPSK Lili Pintauli melalui pesan singkat membenarkan bahwa Susno masih dalam perlindungan karena kapasitasnya sebagai whistle blower, namun tidak melakukan kontak lagi setelah Susno melapor, Kamis dini hari.
Dari Bandung dilaporkan, Polda Jabar juga tidak mengetahui posisi Susno. Hal tersebut ditegaskan Wakapolda Jabar Brigjen Rycko Almelza Dahniel.
“Tanya ke Pak Susno dong,” katanya.
Susno diganjar hukuman 3 tahun 6 bulan penjara karena terbukti menyalahgunakan wewenang saat menjabat kabareskrim ketika menangani kasus Arowana dengan menerima hadiah Rp 500 juta untuk mempercepat penyidikan kasus itu. Susno juga terbukti memangkas Rp 4,2 miliar dana pengamanan Pilkada Jawa Barat saat menjabat kapolda Jabar pada 2008.
Susno mulai ditahan Polri pada 10 Mei 2010 dan dikeluarkan saat masih menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 18 Februari 2011 karena masa perpanjangan penahanannya sebagai terdakwa berakhir. Susno menolak eksekusi karena menganggap putusan kasasi MA tidak memerintahkan penahanan terhadapnya.
Diperiksa Propam
Kegagalan eksekusi terhadap Susno membuat Polda Jabar tertimpa masalah. Institusi itu disorot karena dianggap melindungi Susno.
Tak hanya itu, Kapolda Jabar Irjen Tubagus Anis Angkawidjaja dan jajarannya diperiksa aparat Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri. Tim pemeriksa dipimpin Kadiv Propam Irjen Syarifuddin. Mereka mendatangi Mapolda Jabar, Kamis (25/4).
Wakapolda Brigjen Rycko Almelza Dahniel membenarkan hal itu. Ia menjelaskan, tim Propam menanyakan urutan proses eksekusi Susno dari rumahnya di Jalan Dago Pakar Resort 6, Cimenyan, Kabupaten Bandung hingga pindah ke Mapolda pada Rabu (24/4).
Mereka juga ingin mengetahui jalannya perundingan antara tim jaksa eksekutor dan pengacara Susno. Kapolda menjelaskan, pihaknya sebatas menjadi fasilitator pertemuan. Mediasi di Mapolda itu atas inisiatif kedua belah pihak (jaksa dan Susno).
“Kapolda sempat menolak kedua kubu bertemu di Mapolda. Karena itu, ditawarkan tempatnya di Hotel Panghegar, Mapolrestabes, atau Polres Bandung.  Tapi keduanya mau di Mapolda,” kata Rycko yang merupakan mantan ajudan Presiden SBY

PERJALANAN HIDUP UJE

Hitam-Putih Perjalanan Hidup Uje Hingga 'Jatuh Tempo' dari Atas Moge

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Jefri Al Buchori, ustad muda yang begitu akrab muncul di layar kaca itu kini telah tiada. Insiden kecelakaan tunggal dari atas motor gede menutup perjalanan 'hitam putih' kisah hidupnya.

Selama masa hidupnya, pria yang akrab disapa Uje itu sempat mencicipi hitam putih kehidupan sebelum akhirnya dikenal sebagai dai kondang. Siapa sangka dia sebelum menjadi ustad dia sempat terjebak ke dalam dunia hitam.

Besar di keluarga yang taat agama, anak dari pasangan M.Ismail Modal dan Tatu Mulyana itu dididik secara disiplin untuk mendalami Islam. Saat masih duduk di sekolah dasar, ia pun sudah memperlihatkan tanda-tanda 'kelebihannya' di bidang agama. Saat kelas 5, Uje mengikuti MTQ, dan anak ketiga dari lima bersaudara ini berhasil meraih juara pertama.

Namun masa kelam dilaluinya ketika ia mulai masuk SMA di pesantren. Mengikuti arus pergaulan bebas, Uje sempat terjerembab dalam obat-obatan terlarang. Ia pun keluar dari pesantren dan berpindah-pindah sekolah. Namun, tetap Uje sering absen dan menghabiskan banyak waktunya di diskotek semalam suntuk.

Titik balik hidupnya muncul ketika ia pulang umroh dari Tanah Suci Mekah pada 1994. Pria kelahiran 12 April 1973 itu pun bertobat. Momen ketika ayahnya meninggal juga semakin menyadarkan Uje untuk kembali ke jalan yang benar. Kembali mendalami agama, ia pun perlahan merintis karier sebagai penceramah.

Selama menjadi pendakwah, karier suami dari Pipik Dian Irawati itu juga tak selalu mulus. Ia pernah ditolak mengisi ceramah di beberapa tempat karena masa lalunya sebagai pecandu narkoba.

Lambat laun, kepiawaian dan keluwesab Uje dalam berceramah mampu merangkul masyarakat dari banyak kalangan. Mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu. Aktif menjadi pendakwah sejak 2000, Uje dikenal sebagai Ustad Gaul.

Sampai tahun 2013 ini, karir Uje sebagai pendakwah pun terus bersinar. Kepiawainnya dalam berinteraksi dengan anak muda dan lantunan suara merdunya ketika membawakan tembang rohani menjadi nilai tambah.

Namun perjalanan hidup Uje itu berakhir pada Jumat (26/4) dinihari kemarin. Bertolak dari Kemang untuk menujuk kediamannya di Bintaro, Uje yang mengendarai motor besar Kawasaki ER miliknya tak pernah sampai tujuan.

Di sebuah belokan ke kanan di jalan Gedung Hijau Raya, Uje tak bisa menguasai motornya yang melaju dalam kecepatan tinggi. Uje tersungkur setelah sebelumnya menabrak trotoar dan pohon palem.

Pihak keluarga kaget dan terpukul dengan kepergian Uje. Ibunda alharhum ternyata sempat mendapatkan tanda-tanda 'pamit' dari sang putra. Tanda-tanda yang baru dia sadari setelah Uje tiada.

"Belakangan ini dia suka bicara aneh, tapi kita nggak ambil kesimpulan. Dia juga pernah bilang ' Jeffry sudah jatuh tempo, nih'. Kita mah nggak mikir apa-apa, eh tahunya umurnya yang jatuh tempo," kata ibunda Uje, Tatu Mulyana di rumah duka di Perumahan Bukit Mas Narmada III Bintaro, Rempoa, Tangsel, Jumat

semasa hidup uje

Hitam-Putih Perjalanan Hidup Uje Hingga 'Jatuh Tempo' dari Atas Moge

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Jefri Al Buchori, ustad muda yang begitu akrab muncul di layar kaca itu kini telah tiada. Insiden kecelakaan tunggal dari atas motor gede menutup perjalanan 'hitam putih' kisah hidupnya.

Selama masa hidupnya, pria yang akrab disapa Uje itu sempat mencicipi hitam putih kehidupan sebelum akhirnya dikenal sebagai dai kondang. Siapa sangka dia sebelum menjadi ustad dia sempat terjebak ke dalam dunia hitam.

Besar di keluarga yang taat agama, anak dari pasangan M.Ismail Modal dan Tatu Mulyana itu dididik secara disiplin untuk mendalami Islam. Saat masih duduk di sekolah dasar, ia pun sudah memperlihatkan tanda-tanda 'kelebihannya' di bidang agama. Saat kelas 5, Uje mengikuti MTQ, dan anak ketiga dari lima bersaudara ini berhasil meraih juara pertama.

Namun masa kelam dilaluinya ketika ia mulai masuk SMA di pesantren. Mengikuti arus pergaulan bebas, Uje sempat terjerembab dalam obat-obatan terlarang. Ia pun keluar dari pesantren dan berpindah-pindah sekolah. Namun, tetap Uje sering absen dan menghabiskan banyak waktunya di diskotek semalam suntuk.

Titik balik hidupnya muncul ketika ia pulang umroh dari Tanah Suci Mekah pada 1994. Pria kelahiran 12 April 1973 itu pun bertobat. Momen ketika ayahnya meninggal juga semakin menyadarkan Uje untuk kembali ke jalan yang benar. Kembali mendalami agama, ia pun perlahan merintis karier sebagai penceramah.

Selama menjadi pendakwah, karier suami dari Pipik Dian Irawati itu juga tak selalu mulus. Ia pernah ditolak mengisi ceramah di beberapa tempat karena masa lalunya sebagai pecandu narkoba.

Lambat laun, kepiawaian dan keluwesab Uje dalam berceramah mampu merangkul masyarakat dari banyak kalangan. Mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu. Aktif menjadi pendakwah sejak 2000, Uje dikenal sebagai Ustad Gaul.

Sampai tahun 2013 ini, karir Uje sebagai pendakwah pun terus bersinar. Kepiawainnya dalam berinteraksi dengan anak muda dan lantunan suara merdunya ketika membawakan tembang rohani menjadi nilai tambah.

Namun perjalanan hidup Uje itu berakhir pada Jumat (26/4) dinihari kemarin. Bertolak dari Kemang untuk menujuk kediamannya di Bintaro, Uje yang mengendarai motor besar Kawasaki ER miliknya tak pernah sampai tujuan.

Di sebuah belokan ke kanan di jalan Gedung Hijau Raya, Uje tak bisa menguasai motornya yang melaju dalam kecepatan tinggi. Uje tersungkur setelah sebelumnya menabrak trotoar dan pohon palem.

Pihak keluarga kaget dan terpukul dengan kepergian Uje. Ibunda alharhum ternyata sempat mendapatkan tanda-tanda 'pamit' dari sang putra. Tanda-tanda yang baru dia sadari setelah Uje tiada.

"Belakangan ini dia suka bicara aneh, tapi kita nggak ambil kesimpulan. Dia juga pernah bilang ' Jeffry sudah jatuh tempo, nih'. Kita mah nggak mikir apa-apa, eh tahunya umurnya yang jatuh tempo," kata ibunda Uje, Tatu Mulyana di rumah duka di Perumahan Bukit Mas Narmada III Bintaro, Rempoa, Tangsel, Jumat

obama oh obama

Cara Obama Mendidik Anak: Mengancam Bikin Tato Keluarga

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Presiden Amerika Serikat Barack Obama ternyata memiliki sisi humor, bahkan untuk menegur anak-anaknya. Dalam sebuah acara bincang-bincang yang diadakan oleh stasiun TV NBC, Obama dan istrinya membeberkan tips untuk menjauhkan anak-anaknya dari tato.

"Yang akan kami katakan kepada mereka 'ketika mereka memiliki tato, maka Ibu dan ayah akan membuat tato yang persis sama dengan yang mereka buat, dengan desain dan di lokasi yang sama'," ujar Obama seperti dilansir reuters, Sabtu (27/4/2013).

"Pemikiran kami mungkin akan menghalangi mereka dari ide untuk memberontak," jelasnya.

Selama acara, Presiden juga mengatakan ia mengerti ketika istrinya sempat menyebut dirinys orangtua tunggal pada awal april lalu. Hal tersebut terjadi karena kesibukan Obama sehingga mereka sempat terpisah selama seminggu saat kampanye Senat dan presiden.

"Ada saat di mana Michelle mungkin merasa seperti orangtua tunggal. Saya pikir dia pasti memahami beban seorang perempuan apabila mereka diberikan tanggung jawab untuk membesarkan ana-anak dan bekerja pada saat yang sama,"

masyat bocah 7 tahun ditemukan

Mayat Bocah 7 Tahun Ditemukan Mengambang di Pintu Air Karet Tanah Abang

Rini Friastuti - detikNews
Jakarta - Sesosok mayat anak laki-laki ditemukan mengambang di pintu Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Jasad tersebut diketahui bernama Iswan Fahrezi (7) warga Kampung Melayu, Jakarta Timur.

"Ada mayat anak laki-laki yang ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB mengambang di pintu air Karet," ujar petugas Polsek Tanah abang Brigadir Sugimin ketika dikonfirmasi detikcom, Sabtu (27/4/2013).

Menurut Tugimin penemuan jenazah berawal dari laporan warga yang melihat ada sesosok manusia yang mengambang dan terbawa arus air. Dibantu petugas polisi, warga di sekitar lokasi kejadian langsung mengangkat jasad yang sudah tak bernyawa tersebut.

"Pada saat ditemukan masih terbawa arus, tapi buru-buru diangkat petugas dan warga. Saat ini petugas dari polsek, intel dan lainnya sudah berada di lokasi kejadian," jelas Tugimin.

Sementara itu pihak keluarga juga sudah berada di lokasi kejadian "Sudah ada Paman korban yang berada di TKP," sambungnya.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mengamankan jenazah tersebut. Belum diketahui penyebab hanyutnya bocah itu.

"Belum diketahui penyebab meninggal, masih diselidiki,"

26 April 2013

USTAD UJE MENINGGAL DUNIA

Ustad Jefri Bukhori Meninggal Dunia

OPINI | 26 April 2013 | 04:51 Dibaca: 131350   Komentar: 23   Nihil
13669266121291721648
Ustad Jefry Al Bukhori (foto tribunews)
Kabar duka kembali datang dari pesohor negeri ini. Ustad Jefri Al Bukhori atau biasa disapa Uje meninggal dunia akibat kecelakaan Jumat (26/4). Menurut asisten Jeffry yang sempat diwawancarai salah satu televisi swasta, Uje  meninggal akibat kecelakaan motor pada Jumat dinihari Pkl. 01. 00 WIB.
Sumber di twitter TMC Polda Metro Jaya menyebutkan  kecelakaan Uje terjadi di kawasan Pondok Indah Jakarta. Motor yang dikendarai Uje menabrak pohon yang mengakibatkan Ustad yang sempat bergelut dengan dunia gelap ini meninggal di tempat. Rencananya jenazah Uje   akan disalatkan di Masjid Istiqlal Jakarta setelah salat Jumat  dan akan dimakamkan di pemakaman umum.
Sumber lain mengatakan, bahwa Uje mengendarai motor sport dari arah Kemang. Karena kondisinya tidak fit motornya oleng dan menabrak pembatas jalan kemudian menabrak pohon. Warga yang sempat melihat kejadian tersebut berusaha menolong namun nyawanya tidak terselamatkan.
Uje Lahir di Jakarta, 12 April 1973. Dia merupakan anak ke 3 dari 5 bersaudara.   Ayahnya bernama Alm. H. Ismail Modal dan umminya bernama Ustz Dra. Hj. Tatu Mulyana. Uje  menikah dengan Pipik Dian Irawati pada 7 September 1999 dan dikaruniai tiga anak. Selamat Jalan Bang Uje. Tuhan bersama orang-orang yang saleh

SENSASI LEWANDOSKI MEMBUAT KLUB TERTARIK

Klopp Tetap Yakin Lewandowski Akan Bertahan di Dortmund

Kris Fathoni W - detikSport

 
Dortmund - Pelatih Borussia Dortmund Juergen Klopp menepis rumor seputar Robert Lewandowski. Klopp menegaskan bahwa Lewandowski akan tetap berada di Dortmund musim depan.

Spekulasi mengenai masa depan Lewandowski sedang berhembus kencang. Terlebih agen pemain bersangkutan turut menyatakan bahwa kliennya akan meninggalkan Dortmund pada musim panas.

Klopp sendiri bersikeras bahwa ia meyakini benar bahwa Lewandowski, yang kontraknya masih berjalan sampai 2014 mendatang, bakal masih bermain untuk Dortmund selepas musim panas nanti.

Ia pun sekaligus mengaku amat terheran-heran dengan pernyataan yang dilontarkan oleh Maik Barthel, agen dari Lewandowski, mengenai situasi pemain tersebut.

"Pemahaman saya adalah Robert akan tetap berada di sini musim depan," tegas Klopp di Yahoosports.

"Faktanya adalah kami tampil amat baik musim ini. Kenapa kami harus memedulikan tahun depan? Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi tahun depan."

"Saya tidak bisa memahami kenapa seorang agen membicarakan mengenai seorang pemain yang masih terikat kontrak. Saya punya banyak pemikiran aneh mengenai semua hal ini,"